Apa yang dimaksud dengan Lean Construction ?

Perkembangan industri konstruksi ditandai dengan semakin banyaknya masalah yang sering muncul, diantaranya langkanya bahan/material, meningkatnya biaya tenaga kerja, tuntutan kualitas yang tinggi dan keamanan, kompetisi yang semakin ketat, rendahnya produktifitas, kualitas yang buruk, lingkungan pekerjaan yang kurang baik, waktu dan biaya yang melampaui ketentuan merupakan permasalahan penting yang membutuhkan solusi.

Berdasarkan penelitian beberapa ahli bidang konstruksi di Amerika, 40 persen pekerja melakukan kegiatan yang ada nilai tambahnya, sedangkan 60 persen dari pekerja melakukan waste / pemborosan yang tidak ada nilai tambahnya. Hal tersebut dikarenakan adanya kesalahan pada sistem manajemen konstruksi dan dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar. Oleh karena itu perlu adanya penerapan sistem manajemen konstruksi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam bidang konstruksi dengan metode Lean Construction.

PQI Consultant -“If you love life, don’t waste time, for time is what life is made up of.”, Bruce Lee

Lean Construction adalah suatu sistem manajemen yang diterapkan pada bidang konstruksi dengan mengadopsi prinsip dan praktek Lean Production yang dikembangkan oleh perusahaan Toyota dalam proses manufacturing. Konsep sistem Lean Construction bertujuan untuk menghilangkan waste / pemborosan pada proses konstruksi dan meningkatkan efisiensi serta nilai keseluruhan dari hasil yang diharapkan dengan kepuasan yang didapat dari customer.

Terdapat fokus 6 pilar pada Lean Conctruction, yaitu :
1. Fokus kepada customer
Memahami nilai dari sudut pandang customer / pelanggan lebih kepada apa yang diinginkan customer / pelanggan untuk proyek yang akan dibangun sesuai dengan rencana dan spesifikasi.
2. Budaya / karyawan
Memberikan nilai-nilai budaya kerja yang sesuai dengan proses dan memberikan pemahaman kepada tenaga kerja baik kegiatan, informasi, peralatan serta material yang diperlukan
3. Standarisasi tempat kerja
Keadaan ideal tempat kerja seperti kesehatan dan keselamatan para pekerja serta terciptanya komunikasi yang baik antara semua pihak dalam lingkungan kerja.
4. Eliminasi waste
Menghilangkan segala hal yang terjadi pada proses konstruksi, diantaranya : Defects (cacat produksi), Not Utilizing Talent (pemilihan tenaga kerja yang tidak sesuai keahlian), Over Production (produksi yang berlebih), Over inventory (kelebihan stok barang), Waiting Time (waktu menunggu), Unnecessary Motion (gerakan yang tidak perlu), Over Processing (proses yang berlebihan) dan Unnecessary Transportation (transportasi yang tidak perlu).
5. Proses arus kerja
keadaan yang sesuai dengan alur kerja yang sudah dibuat dan dilakukan untuk mencapai hasil dalam suatu proyek. diantaranya komunikasi yang jelas dengan semua pihak agar menghindari waste dari setiap kegiatan.
6. Continuous Improvement
Memberikan dan meningkatkan proses perbaikan secara terus menerus dan menghilangkan pemborosan pada proses konstruksi agar proyek selesai tepat waktu, sesuai anggaran dan dapat diterapkan kembali pada proyek selanjutnya

how can we help you?

Contact us at the PQI Consultant office nearest to you or submit a business inquiry online.

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?