Fungsi, Tujuan dan Prinsip Lean Construction

Konstruksi Ramping atau Lean Construction adalah sebuah pendekatan yang diperkenalkan oleh Lauri J.Koskela, dari VTT Building and Transport di Finlandia, pada tahun 1992, dalam upayanya mencoba memperbaiki kinerja industri konstruksi dengan mengacu kepada kinerja yang dapat dicapai oleh industri manufaktur dengan pendekatan Lean Production-nya. Secara konseptual, kemudian Koskela mengembangkan filosofi dari Konstruksi Ramping ini dan dikembangkan lebih lanjut oleh masyarakat peneliti dan praktisi konstruksi yang tergabung dalam International Group for Lean Construction (IGLC) pada tahun 2013.

Koskela dan kawan-kawan menitikberatkan awalnya pada proses produksi di lapangan, dengan adanya antara lain the Last Planner System (LPS), dan sampai saat ini sudah merambah kepada penyelenggaraan konstruksi secara holistik dengan Integrated Project Delivery-nya (IPD). Tujuan dari pendekatan Konstruksi Ramping ini adalah memaksimalkan nilai (value) yang ingin dicapai oleh pengguna akhir, namun dengan proses yang menghasilkan pemborosan (waste) minimal.

Lean construction menerima kriteria sistem desain produksi Ohno sebagai standar kesempurnaan. Ciri penting dari konstruksi ramping (lean construction) meliputi tujuan yang jelas , yaitu, untuk sistem pengantaran (delivery), tujuan pada saat memaksimalkan kinerja untuk klien pada tingkat proyek, berbarengan dari desain dan proses produk dan Penerapan dari kontrol produksi dalam seluruh waktu mulai dari desain sampai pengantaran (Howell, 1999).

Fungsi dari teknik lean construction telah ditunjukkan dengan pencapaian peningkatan dari banyak proyek dan setiap tahapan proyek. Lean construction memerlukan lebih banyak waktu dalam tahap desain dan perencanaan, tetapi perhatian ini menghilangkan atau memperkecil konflik yang dapat secara dramatis mengubah biaya dan jadwal (Forbes, et.al., 2005).

Prinsip-prinsip Lean Construction
  1. Eliminate waste (menghilangkan barang sisa).
  2. Precisely specify value from the perspective of the ultimate customer (menentukan dengan tepat produk menurut pandangan konsumen).
  3. Clearly identify the process that delivers what the customer value (the value stream) and eliminate all non value adding steps (mengidentifikasi proses yang menunjukkan bagaimana pengantaran material/informasi konsumen dan mengurangi nilai yang tidak diperlukan).
  4. Make the remaining value adding steps flow without interruption by managing the interfaces between different steps (Menjaga sisa komponen/material tanpa interfensi pada berbagai langkah yang berbeda).
  5. Let the customer pull – don’t make anything until it is needed, then make it quickly (membuat produk saat dibutuhkan , dan pada saat itu produk dibuat dengan cepat).
  6. Pursue perfection by countinuous improvement (melakukan kesempurnaan produk dengan peningkatan secara terus menerus). Menurut Koskela (2004), arti value dalam prinsip lean construction.
Alasan kenapa lean construction perlu diterapkan di Indonesia.
  1. Menawarkan peluang inovasi yang komprehensif dan fundamental
  2. Konsep ini melingkupi baik bidang manajemen konstruksi (i.e. manajemen proyek konstruksi), rekayasa konstruksi (i.e. optimalisasi di dalam proses), dan lingkungan pendukungnya (i.e. industri konstruksi secara umum).
  3. Sudah diaplikasikan di industri konstruksi di negara lain seperti UK, Australia, AS, Brazil, Denmark, dan lain-lain meski masih dalam tahap awal.
  4. Dukungan institusi internasional dan forum diseminasi hasil:
  • Lean Construction Institute (http://www.leanconstruction.org/)
  • International Group of Lean Construction (http://cic.vtt.fi/lean/index.htm)
  • Lean Construction network (http://www.leancon-net.com/)
  • Lean Counstraction Journal (http://www.msu.edu/user/tabdelha/LRJ RPF.htm)
  • Lean Construction Institute Academic Forum
  • Konsep telah dijadikan bahan perkuliahan di universitas internasional seperti: US, Finland, Denmark, Brazil, Chile, England, Israel, Australia.
  • Menurut Haggard (2004), manfaat yang dihasilkan dari penerapan lean construction adalah mengurangi waste (pemborosan) / meningkatkan efiesiensi, meningkatkan keselamatan, menurunkan biaya, membuat jadwal dapat dipercaya, dan mengurangi cacat / rework.
how can we help you?

Contact us at the PQI Consultant office nearest to you or submit a business inquiry online.

JOIN US FOR TRAINING AWARENESS ISO 45001:2018