Peran Lean Hospital dalam Menjawab Tantangan Peningkatan Performa Rumah Sakit di Era JKN

Sejak tahun 2004, pemerintah Indonesia sudah merancang program untuk meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia. Pada tahun 2014, BPJS Kesehatan mulai beroperasi dan memulai era Jaminan Kesehatan Nasional

Efisiensi adalah kunci keberhasilan kompetisi di era JKN

Semenjak dimulainya era JKN, rumah sakit mengalami kendala dalam meningkatkan, bahkan mempertahankan profitabilitas dan produktivitasnya. Hal ini disebabkan oleh sistem pembiayaan dan pencairan biaya pelayanan kesehatan yang lebih rumit. Agar dapat bisa bertahan, rumah sakit perlu meningkatkan efisiensi dari prosedurnya dan fokus pada aktivitas yang menghasilkan value kepada customernya dengan sumberdaya yang lebih sedikit.

Tidak sedikit rumah sakit yang mengaku sudah melakukan prosedur seefisien mungkin dan sudah bekerja keras dalam memberikan pelayanan. Namun faktanya, laporan yang diberikan oleh Institute of Medicine (2012) memperkirakan satu-pertiga pengeluaran pada industri healthcare adalah waste. Dua dari beberapa faktor yang mengakibatkan pemborosan itu adalah “layanan yang tidak efisien” dan “layanan yang tidak diperlukan” dengan total pemborosan hingga USD340 juta!

Apakah yang disebut dengan pemborosan pada lean hospital? Pemborosan adalah aktivitas yang tidak menambah value, selain itu, masalah dan gangguan yang secara terus menerus muncul dan mengganggu pekerjaan kita dan usaha kita dalam memberikan layanan yang terbaik.

  • Bagaimana definisi value pada lean hospital?Metodologi lean membuat kita harus menentukan aktivitas yang merupakan value-added (VA) dan yang non-value-added (NVA) melalui aturan yang sudah ditetapkan oleh lean. Aturan umum yang ditetapkan dalam menentukan klasifikasi dari aktivitas adalah:
    1. Customer (pasien) harus mau membayar untuk aktivitas tersebut
    2. Aktivitas tersebut harus semakin menyehatkan pasien atau meningkatkan kualitas hidup pasien dalam beberapa cara.
    3. Aktivitas tersebut harus dilakukan dengan benar dari awal.

Tidak hanya efektif, pekerjaan kita harus efisien

Lean hospital menekankan prinsip memberi-kan value yang tepat untuk pasien dari rumah sakit dan mengilangkan waste dari pekerjaan kita.

Kita seringkali tidak menyadari bahwa apa yang kita lakukan adalah pemborosan. Kita seringkali berpikir bahwa nilai yang kita berikan pada perusahaan adalah kemampuan kita menyelesaikan masalah atau “memadamkan api”. Lean menunjukkan bahwa “memadamkan” problem tersebut, bukanlah pekerjaan kita. Pekerjaan kita adalah aktivitas yang memberikan value atau nilai untuk pasien kita.

Berfokus pada melakukan aktivitas yang memiliki nilai dan mengurangi aktivitas yang tidak memberikan value dapat memotong cost kita untuk lebih efisien. Cost yang lebih efisien diperlukan untuk bertahan pada era JKN ini. Dengan cost yang lebih efisien, rumah sakit dapat menekan pengeluaran yang tidak perlu dan menjaga profitabilitas dan produktivitas.

    Prinsip lean menekankan bahwa ‘memadamkan api’ bukanlah pekerjaan kita

 

Lean merupakan salah satu cara untuk memotong cost walaupun tidak secara langsung berfokus pada cost. Pendekatan lean hospital fokus pada mengurangi pemborosan yang ada dan memberikan value yang tepat untuk pasien. Oleh karena itu, mempelajari dan menyadari bahwa apa yang kita lakukan biasanya dan apa yang kita lakukan untuk membantu pasien adalah hal yang berbeda, merupakan hal yang kunci dalam menerapkan lean hospital. Peran lean hospital sangat membantu dalam menjawab tantangan peningkatan performa Rumah Sakit di era JKN

how can we help you?

Contact us at the PQI Consultant office nearest to you or submit a business inquiry online.

JOIN US FOR TRAINING AWARENESS ISO 45001:2018