Implementasi Last Planner System dengan Proplanner

Implementasi Last Planner System

Last Planner System adalah sebuah metodologi untuk mendukung sistem COMET (Communication, Collaboration, Commitment, and Empathy). Sebagai salah satu tools penting dari Lean Construction, tools ini kerap diimplementasikan pertama kali jika mengaplikasikan program Lean Construction pada Proyek atau pada Perusahaan Konstruksi. Last Planner menuntut seluruh tim proyek termasuk subcon, vendor, mandor, dan pekerja untuk melakukan kolaborasi bersama dalam satu sistem.

Proplanner mempunyai manfaat yang telah terbukti di berbagai proyek dimana dapat mempercepat durasi dari proyek dan menghemat biaya konstruksi dengan sangat signifikan. Disamping keuntungannya terhadap proyek yang luar biasa, Last Planner System dalam implementasinya sangat bagus kemajuannya pada saat awal, tetap setelah berjalan biasanya konsistensi ini menjadi kendala yang signifikan dalam menghambat implementasi LPS. Dalam hal ini salah satu tools digital yang dapat diimplementasikan adalah Proplanner yang salah satu aplikasi dari aplikasi atau program yang sangat sedikit mendukung implementasi proplanner.

Berdasarkan stepnya LPS didasarkan pada 5 step Milestones Planning, Phase Planning, Lookahead Planning, Weekly Work Planning, Learning/Improving. Dalam implementasinya berikut 5 step tersebut diaplikasikan pada Proplanner:

  1. Milestones Planning
    • Dalam Fase ini Proplanner menangkap Microsoft Project atau Primavera yang dapat di langsung di upload ke dalam Proplanner yang langsung menunjukan milestones yang ada di master schedule sebagai master planning dari Proplanner yang akan di pantau bersama
  2. Phase Planning
    • Dalam tahap ini sangatlah kritikal karena biasanya setelah dilakukan pull planning dengan post it, biasanya scheduler update master schedule berdasarkan pull planning dan ini sangat memakan waktu lama sedangkan harus langsung dikontrol untuk adanya weekly meeting. Dalam tahap ini Proplanner dapat langsung melakukan adjustment tanggal pada proplanner dan langsung siap untuk dilakukan Look Ahead Planning.
  3. Lookahead Planning
    • Constraint Analysis ini sangatlah berguna saat lookahead planning dan proplanner satu-satunya aplikasi yang memperhitungkan adanya constraint analysis dan melakukan verifikasi deadline menjadi 2 tahap yaitu deadline yang di request dan janji menyelesaikan pekerjaan tersebut.
  4. Weekly Work Planning
    • Weekly work planning di dalam Proplanner sangatlah praktis lookahead yang dilakukan, phase planning dan semuanya langsung masuk ke handphone masing-masing dari last planner (mandor atau supervisor proyek) mereka dapat mengaplikasikan pekerjaan dan melakukan reporting langsung dari lapangan menggunakan handphone. Jika ada kendala berupa variance langsung di masukan dari Handphone dengan mudah.
  5. Learning
    • Tahap learning ini sangatlah kritikal dalam LPS karena jika tahap ini tidak dilakukan akan menyebabkan LPS tidak memberikan efek apapun terhadap proyek. Sedangkan jika tidak menggunakan proplanner data yang digunakan untuk tahap ini sangatlah susah didapatkan dan menampilkan solusi yang bias. Proplanner menyediakan big data analytics menggunakan chart dan dashboard yang detail dan interaktif.

Berikut adalah step di dalam LPS yang dapat di aplikasikan menggunakan Proplanner dan sangatlah penting untuk sebuah perusahaan yang ingin mengaplikasikan LPS untuk menggunakan Proplanner, karena konsistensi dari implementasi tersebut akan tercipta karena semua hal menjadi otomatis dan mudah.

Leave a Reply

how can we help you?

Contact us at the PQI Consultant office nearest to you or submit a business inquiry online.

Looking for a First-Class Business Plan Consultant?

error

Enjoy being here? Please spread the word :)

RSS
Follow by Email
LinkedIn
Share
Instagram
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to marketing@pqiconsultant.com

× How can I help you?