Takt-Time Last Planner

Pengenalan Sistem Perencana membantu meningkatkan prediksi dan produktivitas keseluruhan dalam industri konstruksi. Pada manufaktur penggunaan takt-time yang menghasilkan produksi ketukan, yang telah lama menjadi bagian tengah dalam meratakan aliran kerja dan mengoptimalkan lini produksi.

Last Planner System

Last Planner System meningkatkan keandalan rencana dengan menyusun perencanaan ke dalam proses yang berfokus pada tingkat detail yang berbeda. Dan dapat memisahkan perencanaan proyek lebih detail pada suatu rencana yang semakin baik. Untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan melalui rapat master schedule and pull planning. master schedule mengidentifikasi tanggal milestones untuk proyek, dan fokus Rapat Pull Planning Melakukan penjadwalan dari milestones ke awal mulai fase pekerjaan. Tujuan melakukan planning dari pekerjaan terakhir dapat membantu mengidentifikasi pekerjaan yang diteruskan kepada orang lain dan Master Schedule mengidentifikasi alokasi jadwal. Tujuan pertama dalam Last Planner System adalah untuk mengidentifikasi apa yang harus dilakukan melalui rapat master schedule and pull planning. Tujuan kedua adalah mengubah pekerjaan yang harus dilakukan menjadi pekerjaan yang dapat dilakukan melalui proses make ready. tiga kategori kendala kegiatan : (1) direction, (2) prerequisite work, and (3) resources.

Point-Point Last Planner System

  1. Memfasilitasi pekerjaan yang mempunyai variasi tidak tentu : Last Planner System dapat melengkapi sistem takt-time planning dengan memfasilitasi pekerjaan yang variasi dari faktor internal eksternal dari pekerjaan tidak tentu, yang dimana di pekerjaan tersebut continuous flow tidak dapat dilakukan. Last Planner System mengakui adanya pekerjaan pada area khusus dan juga mengakui adanya work in process (WIP).
  2. Memfasilitasi Pekerjaan dengan level variasi dari faktor internal dan eksternal yang rendah : Proses dari make ready dan proses commitment planning menyediakan mekanisme untuk dapat beradaptasi pada variasi yang ada pada level operasi. Pengukuran PPC dapat mengidentifikasi variasi ini dan pengaruhnya terhadap eksekusi pekerjaan. Sedangkan sistem perencanaan takt-time melihat variasi sebagai hal yang tidak utama, jika tidak mempengaruhi pekerjaan secara langsung, yang dimana LPS bertujuan untuk mengumpulkan data variasi tersebut.
  3. Menyediakan Sistem Kontrol : LPS menyediakan mekanisme untuk memfasilitasi takt-time planning. takt-time planning adalah proses membuat sequence pekerjaan dan balancing produksi/pekerjaan yang area pekerjaannya seragam, tapi tetap dibutuhkan LPS untuk melakukan kontrol terhadap schedule produksi.
  4. Melibatkan Pekerja : The Last Planner System adalah sistem yang melibatkan mandor, perencana terakhir dalam perencanaan pekerjaan yang sebenarnya. Perencana Terakhir didorong untuk menawarkan konsep praktis dalam bekerja dan juga menolak tugas yang tidak memenuhi kriteria.
error

Enjoy being here? Please spread the word :)

RSS
Follow by Email
LinkedIn
LinkedIn
Share
Instagram
×

Hello!

Click one of our representatives below to chat on WhatsApp or send us an email to marketing@pqiconsultant.com

× How can I help you?